Get me outta here!

Jumat, 29 November 2019

Metode Diagnosis dan Pengobatan Penderita Tuberkulosis

Batuk terus menerus yang tak kunjung sembuh? Waspadalah, bisa jadi hal tersebut adalah gejala TBC. Penyakit paru-paru yang satu ini termasuk cukup serius dan bisa menular. Oleh karena itu, Anda wajib mengetahui gejala-gejalanya agar segera memperoleh pengobatan lebih dini. Untuk mengetahui secara pasti tentang penyebab dari gejala-gejala yang dialami adalah gejala TBC, Anda dapat melakukan pemeriksaan medis lebih lanjut di rumah sakit. Inilah metode diagnosis dan pengobatan tuberkulosis jika memang pasien positif mengidap TBC.

Metode Diagnosis dan Pengobatan Penderita Tuberkulosis

Metode Diagnosis TBC
Memang, terdapat beberapa penyakit yang mengakibatkan timbul gejala dan ciri-ciri yang sama dengan TBC. Untuk menegakkan diagnosis TBC, dokter meminta penderita melakukan beberapa tes kesehatan demi memberikan penanganan yang cepat dan tepat.

1. Tes Fisik
Tes kesehatan ini memang dilakukan paling awal untuk pemeriksaan diagnosis. Tes fisik ini biasanya dimulai dengan mengetahui setiap gejala tuberkulosis yang dirasakan pasien. Setelah itu, dokter memeriksa suhu tubuh serta pembengkakan yang mungkin terjadi pada kelenjar getah bening menggunakan stetoskop. Dengan cara ini, dokter bisa dengan cermat mendengarkan suara yang dihasilkan saat pasiennya bernapas.

2. Tes Darah

Tes Darah

Tes kesehatan berikutnya yang harus dilakukan pasien adalah tes darah. Metode ini mampu mendeteksi kandungan bakteri penyebab TBC di dalam darah sekaligus mengetahui apakah gejala TBC yang dimiliki pasien tergolong dalam tipe TBC laten atau aktif. Tes darah ini umumnya cukup efektif jika digunakan untuk mendiagnosis TBC, jika tes kulit menunjukkan hasil negatif.

3. Tes Kulit
Sebelum dilakukan pengobatan tuberkulosis, penderita yang menduga dirinya terkena TBC tetap harus melalui proses pemeriksaan diagnosis. Tes yang termasuk di dalamnya adalah tes kulit.  Caranya adalah sejumlah kecil zat yang disebut PPD tuberculin disuntikkan tepat di bawah permukaan kulit lengan bagian dalam. Dalam waktu antara 48 sampai 72 jam, dokter atau tim medis memeriksa kondisi lengan pasien. Apabila terjadi pembengkakan keras serta terlihat warna merah di lengan, kemungkinan hasil diagnosis TBC adalah positif.

Meskipun tes kulit memang umum dilakukan, terkadang hasilnya sering kurang tepat. Dikutip dari hellosehat.com, kasus semacam ini bisa terjadi apabila pasien yang disuntikkan dengan PPD tuberculin sebelumnya divaksinisasi menggunakan vaksin bacillus Calmette-Guerin (BCG). Ketidaktepatan pemeriksaan juga bisa terjadi jika orang yang baru saja terinfeksi tersebut mempunyai pertahanan tubuh yang kuat, sehingga belum bereaksi dengan bakteri.

4. Tes Pencitraan
Pengobatan tuberkulosis baru bisa dilakukan setelah didiagnosis positif TBC. Tes diagnosis berikutnya adalah tes pencitraan. Jika tes kulit menunjukkan hasil positif, dokter melanjutkan pemeriksaan dengan rontgen dada atau CT scan. Metode ini bertujuan melihat ada atau tidaknya bintik-bintik putih pada paru-paru ataupun perubahan pada gambar paru-paru akibat infeksi.

5. Tes Dahak
Tes diagnosis berikutnya adalah tes dahak untuk pasien yang memang mengalami batuk berdahak. Dokter mengambil sampel dahak yang keluar saat pasien batuk. Sampel akan diuji guna melihat adanya bakteri penyebab TBC. Selain itu, tes sampel dahak juga dilakukan guna mengetahui resistensi bakteri terhadap obat. Hal ini sangat membantu dokter dalam memilih obat-obatan khusus yang paling ampuh membunuh bakteri penyebab TBC.

Pengobatan Penderita TBC
Setelah dilakukan tes diagnosis dan pasien memang dinyatakan positif mengidap TBC, langkah pengobatan tuberkulosis lalu diberikan. TBC memang bisa disembuhkan dengan pengobatan yang cepat dan tepat tentunya. Pengobatan TBC yang saat ini diterapkan adalah memberikan beberapa jenis obat antibiotik kepada pasien dengan dosis yang tepat dan dalam jangka waktu tertentu. Pasien diharuskan mengonsumsi antibiotik tersebut selama lebih kurang 2 minggu. Untuk memastikan kesembuhannya, dokter mengharuskan pasien mengonsumsi antibiotik selama 6 bulan.

Selain memberikan obat antibiotik, pengobatan tuberkulosis juga menganjurkan pasien mengonsumsi obat resep yang diberikan untuk menyembuhkan TBC dan harus diminum sampai waktu yang dianjurkan. Hal ini dipicu oleh suatu kondisi bahwa meskipun sudah hilang gejalanya dan kondisinya membaik, penyakit TBC masih bisa kambuh lagi.

Sumber Artikel :
www.cermati.com
www.halodoc.com
hellosehat.com

Sumber Gambar:
www.kompasiana.com
www.alomedika.com
radarsurabaya.jawapos.com